Sejarah Hari Ini, 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional

Sejarah Hari Ini, 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional

Bogor -  Hari ini, 20 Mei 1908, Organisasi Budi Utomo didirikan oleh dr. Sutomo dan para pelajar STOVIA. Diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei ditiap tahunnya, sebenarnya merupakan hari lahirnya organisasi Boedi Utomo. Kebangkitan Nasional yang merupakan kebangkitan bangsa Indonesia yang mulai memiliki rasa kesadaran nasional ditandai dengan berdirinya Boedi Utomo tanggal 20 Mei 1908 dan lahirnya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

ARTIST.CO.ID
market.biz.id ARTIST.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Dikutip.go.id, secara garis besar, faktor pendorong kebangkitan nasional terbagi menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor internal yakni (1) penderitaan yang berkepanjangan akibat penjajahan; (2) kenangan kejayaan masa lalu, seperti pada masa Kerajaan Sriwijaya atau Majapahit; dan (3) munculnya kaum intelektual yang menjadi pemimpin gerakan.

Sedangkan faktor eksternalnya yakni (1) timbulnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika seperti nasionalisme, liberalisme, dan sosialisme; (2) munculnya gerakan kebangkitan nasional di Asia seperti Turki Muda, Kongres Nasional India, dan Gandhisme; dan (3) kemenangan Jepang atas Rusia pada perang Jepang-Rusia yang menyadarkan negara-negara di Asia untuk melawan negara barat

WARTAHAJI.COM
market.biz.id WARTAHAJI.COM
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Pada awal abad ke-20, orang Indonesia yang mengenyam pendidikan tingkat menengah hampir tidak ada dan sejak saat itu, Politik Etis memungkinkan perluasan kesempatan pendidikan menengah bagi penduduk asli Indonesia. Pada tahun 1925, fokus pemerintah kolonial bergeser ke penyediaan pendidikan kejuruan dasar selama tiga tahun.

Pada tahun 1940, lebih dari 2 juta siswa telah bersekolah sehingga tingkat melek huruf meningkat menjadi 6, 3 persen yang tercatat dalam sensus tahun 1930. Pendidikan menengah Belanda membuka cakrawala dan peluang baru, dan sangat diminati oleh orang-orang Indonesia.

OPOSISI.CO.ID
market.biz.id OPOSISI.CO.ID
20% Rp 125.000
Beli sekarang!

Pada tahun 1940, antara 65.000 hingga 80.000 siswa Indonesia bersekolah di sekolah dasar Belanda atau sekolah dasar yang didukung Belanda, atau setara dengan 1 persen dari kelompok usia yang sesuai. Di sekitar waktu yang sama, ada 7.000 siswa Indonesia di sekolah menengah menengah Belanda. Sebagian besar siswa sekolah menengah bersekolah di MULO.

Meskipun jumlah siswa yang terdaftar relatif sedikit dibandingkan dengan total kelompok usia sekolah, pendidikan menengah Belanda memiliki kualitas tinggi dan sejak tahun 1920-an mulai menghasilkan elit Indonesia terdidik yang baru. Siswa sekolah pertanian di Tegalgondo, Jawa Tengah, sekitar tahun 1900–1940. Penerapan Politik Etis pada bidang pendidikan tidak memberikan kesempatan pendidikan yang luas kepada penduduk Hindia Belanda, tetapi hanya memberikan pendidikan Belanda untuk anak-anak elit pribumi. Sebagian besar pendidikan dimaksudkan untuk menyediakan tenaga kerja klerikal untuk birokrasi kolonial yang sedang tumbuh. Meskipun demikian, pendidikan Barat membawa serta ide-ide politik Barat tentang kebebasan dan demokrasi. Selama dekade 1920-an dan 30-an, kelompok elit hasil pendidikan ini mulai menyuarakan kebangkitan anti-kolonialisme dan kesadaran nasional.

Pada periode ini, partai politik Indonesia mulai bermunculan. Berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo dinilai sebagai awal gerakan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Namun, penetapan waktu tersebut masih mengundang diskusi yang menimbulkan polemik. Dasar pemilihan Budi Utomo sebagai pelopor kebangkitan nasional dipertanyakan lantaran keanggotaan Budi Utomo masih sebatas etnis dan teritorial Jawa. Kebangkitan nasional dianggap lebih terwakili oleh Sarekat Islam, yang mempunyai anggota di seluruh Hindia Belanda.

Pada tahun 1912, Ernest Douwes Dekker bersama Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat mendirikan Indische Partij (Partai Hindia). Pada tahun itu juga, Sarekat Dagang Islam yang didirikan Haji Samanhudi bertransformasi dari koperasi pedagang batik menjadi organisasi politik. Selain itu, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, organisasi yang bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

Nasi Goreng Spesial
market.biz.id Nasi Goreng Spesial
44% Rp 2.500
Beli sekarang!

Pada November 1913, Suwardi Suryaningrat membentuk Komite Boemi Poetera. Komite tersebut melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjahan Prancis, tetapi dengan pesta perayaan yang biayanya berasal dari negeri jajahannya. Ia pun menulis "Als ik eens Nederlander was" ("Seandainya aku seorang Belanda") yang dimuat dalam surat kabar de Expresm milik Douwes Dekker. Karena tulisan inilah Suwardi Suryaningrat dihukum buang oleh pemerintah kolonial Belanda.

Sumber Primer                                                              Oleh : Anwar Resa

Bogor
Anwar Resa

Anwar Resa

Artikel Sebelumnya

Lima kali Beraksi di Bogor, Komplotan Curanmor...

Artikel Berikutnya

Kepala Desa Kutajaya, H. Udin Suherman Resmi...

Berita terkait

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 168

Postingan Tahun ini: 3171

Registered: Apr 8, 2021

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 124

Postingan Tahun ini: 2325

Registered: May 25, 2021

Narsono Son

Narsono Son verified

Postingan Bulan ini: 64

Postingan Tahun ini: 602

Registered: Jul 9, 2020

Siswandi

Siswandi verified

Postingan Bulan ini: 61

Postingan Tahun ini: 873

Registered: Jul 11, 2020

Profle

Narsono Son verified

Meriahkan Kemerdekaan RI dan HDKD 77, Lapsustik Purwokerto Adakan Upacara Pembukaan Porseni
Dandim Tegal Membacakan Amanat Danrem 071/WK Pada Upacara Awal Bulan Agustus
Droping Material Terus Dilakukan ke Sasaran Fisik TMMD Kodim Tegal
Sejumlah Sasaran Infrastruktur di TMMD Kedung Kelor Sudah Nampak Hasilnya

Rekomendasi

Dari Puncak, AHY Minta Seluruh Kader Demokrat Persiapkan Upaya Raih Kemenangan di 2024
Kasad Terima Kunjungan Kehormatan Kepala Staf AD Jepang
Dana Bos Kemenag 2022. Tahap Kedua Cair Rp. 2,5 Triliun
Bos Kemenag 2022. Tahap Kedua Cair Rp. 2,5 Triliun
Bantuan Oprasional Sekolah ( BOS ) Kemenag 2022. Tahap Kefua Cair Rp.2,5 Triliun

Ikuti Kami